Sabtu, 06 Oktober 2012

Pelajaran 71 : Menggabungkan Dua gagasan (2)

Melanjutkan pelajaran 70, kita akan membahas lagi penggabungan dua kalimat menggunakan kata penghubung.

1. Penggunaan auxiliary verb ( Kata kerja bantu ) di belakang kata penghubung BUT :

  • I like swimming, but my sister doesn't (penggunaan kata kerja bantu tergantung pada tenses yang digunakan )
  • I don't like travelling, but my brother does (penggabungan dari kalimat I don;t like travelling dan My brother likes travelling)
  • I've read that book, but William hasn't (perhatikan tensesnya)
  • Dony didn't speak Japanese, but Yatoko did
Untuk pengingat cepat : 
Jika kalimat pertama positif, maka kata kerja bantu negatif. 
Jika kalimat pertama negatif, maka kata kerja bantu positif.

2 Penggunan auxiliary verb (kata kerja bantu ) di belakang kata penghubung AND : 
  • I like swimming, and my sister does too
  • I don;t like travelling, and my brother doesn't either
  • I've read that book, and William has too
  • Donny didn't speak Japanese, and Yatoko didn't either
Untuk pengingat cepat : 
Kata kerja bantu + too untuk kalimat positif
Kata kerja bantu + either untuk kalimat negatif 
//
--> ipt>

Jumat, 05 Oktober 2012

Role Playing

It's an example of how role playing  can helps Us to practice Our English .

Video from Youtube by NyroForever


Kamis, 04 Oktober 2012

Pel 70 : Menggabungkan Dua Gagasan (and, but, or, so)

Kembali ke pelajaran :)

Dalam pelajaran ke-70 ini kita akan mempelajari tentang cara Bahasa Inggris menggabungkan 2 gagasan atau kalimat. Atau dalam pelajaran Bahasa Indonesia disebut kata penghubung.

Di pelajaran ini saya akan membahas beberapa kata penghubung yaitu :


AND - BUT / OR - SO

Penggunaan AND :
I buy an egg and an apple

I buy an egg, an apple, and some vegetables

I turned off the television and went out of the room

Their uniform is red and white

Their uniform is red, white, and green

I read a book, and she watched tv ---------> can not : I read a book, she watched TV


Penggunaan BUT :
I went to bed but couldn't sleep

I hit the stone, but I couldn't break it

Tigers are mamals, but lizzards are reptiles


Penggunaan OR :
Would You like some water or some fruit juice ?

Wich one do You like the red one or the black one ?

Do we go on Sunday, or do we go on monday ? (keduanya merupakan kalimat lengkap, oleh sebab itu digunakan tanda koma)

Penggunaan SO :
The traffic was crowded, so I turn back

I didn't exercise, so I feel unhealty


ipt>

Minggu, 23 September 2012

Melatih Berbahasa Inggris sejak bayi

Bahasa adalah sebuah kebiasaan dalam berkomunikasi. Bahasa sendiri mempunyai sifat netral, tidak tergantung pada suku atau bangsa seseorang, melainkan merupakan bentuk komunikasi yang tercipta dalam sebuah lingkungan atau demografi. Seorang bule keturunan Jerman yang lahir dan besar di Jogja kemudian tinggal dalam lingkungan berbahasa Jawa dan tidak pernah berbahasa Jerman, secara otomatis akan mempunyai dialek Jawa yang kental sekalipun secara genetik dia adalah orang Jerman.

Melihat kebutuhan berbahasa di masa depan yang semakin global, maka pembelajara berbahasa asing bagi generasi yang lahir di awal abad ini membutuhkan perubahan yang signifikan. Pembelajaran bahasa ke dua / bahasa asing seperti Bahasa Inggris tidak bisa dimulai ketika seorang anak mulai mengenyam bangku sekolah saja, harus dilakukan percepatan dengan melatihnya sejak bayi dengan membiasakan telinga, lidah dan pemahamannya kepada bahasa ke dua yang dikehendaki..

Orang tua jaman sekarang umumnya pernah menerima pelajaran Bahasa Inggris di masa sekolah, nah pengetahuan ini walaupun belum fasih mulai bisa diajarkan kepada bayi Anda. Karena seorang bayi mempunyai sistem otak yang sedang berkembang, jalur-jalur hubungan antar neuronnya masih belum banyak dan potensi memasukkan sebuah pelajaran bahasa akan lebih mudah terserap. 

Membiasakan seorang anak sejak bayi mendengarkan percakapan ringan dalam Bahasa Inggris akan memudahkannya menerima pembelajaran secara formal kelak ketika dia sudah sekolah, karena informasi yang pernah didengarnya akan terakses kembali ketika pelajaran secara formal dimulai.

Jadi jangan ragu untuk memulainya, Anda bisa memprogram sistem bahasa Anak Anda sejak bayi dengan mengajaknya bicara dengan bahasa Ibu sebagai yang utama dan juga melatihnya terbiasa dengan bahasa ke dua. Bisa dengan film, lagu atau percakapan di kaset, atau membacakan sebuah cerita berbahasa Inggris secara berkala dan lihat, hal ini akan sangat membantunya kelak ketika dia mulai sekolah, dan Anda tidak perlu pusing dengan nilai pelajaran Bahasa Inggrisnya. Kalau Anda orang tua yang tergolong agresif, Anda bisa menambahkan beberapa bahasa sekaligus untuk memorinya. Apakah Anak tidak akan jenuh menghadapi ini ? Tentu tidak, kecuali Anda mengajari bayi Anda dengan cara sangat formal seperti di kelas dan dikasih tugas-tugas menghafal.....wahhhh bisa stress tuh bayi. Lakukan saja secara alami. Sampai hari ini saya dan banyak orang tidak pernah mengerti bagaimana bisa fasih berbahasa Indonesia, sepertinya terjadi begitu saja, dan seingat saya, saya tidak pernah stress di masa kecil karena disuruh belajar Bahasa Indonesia, saya hanya diajak omong, mendengar, dan berkata-kata dalam Bahasa Indonesia.

Meskipun saya percaya bahwa suatu hari kelak Bahasa Indonesia juga akan menjadi Bahasa Komunikasi Internasional, tidak adal salahnya Anda dan anak Anda tetap mempelajari bahasa-bahasa Asing karena dalam hubungan Internasional, orang akan lebih happy dengan bahasanya sendiri.

Selamat belajar dan mengajar .....
//--> ipt>

Sabtu, 25 Agustus 2012

Bahasa Inggris Ternyata berasal dari Turki

Berikut ini adalah sebuah artikel yang saya post ulang dari berita di Plasa MSN tentang asal dari Bahasa Inggris.



REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Bahasa Inggris, yang kini menjadi bahasa internasional ternyata berakar dari bahasa yang digunakan di Turki sekitar 8.000- 9.000 tahun yang lalu. Begitulah kesimpulan yang dipublikasikan Jurnal Science, Jumat (24/8).


Kesimpulan peneliti itu merujuk dari penelusuran asal-usul bahasa yang berada di Indo-Eropa hingga Anatolia, kawasan kuno Asia Barat yang kini menjadi wilayah Turki modern. "Bahasa Inggris adalah bagian dari keluarga bahasa Indo-Eropa, yang mencakup lebih dari 400 bahasa dan dialek seperti Jerman, Prancis, Spanyol, Rusia, Polandia, Persia, Hindi dan Yunani Kuno. Bahasa-bahasa itu berevolusi dari nenek moyang yang sama," demikian laporan peneliti seperti dikutip dailymail.co.uk.

Sejak semula peneliti berasumsi bahasa Indo-Eropa menyebar dari Timur Tengah berbarengan dengan perkembangan pertanian. Oleh Remco Bouckaert, peneliti dari Universitas Auckland, Selandia baru, asumsi itu ditelusuri dengan menggunakan metode yang terinspirasi pakar biologi ketika menelusuri kekerabatan hewan dan tumbuhan di seluruh dunia.

Ia jadikan contoh penggunaan kata "Ibu" yang dipakai sejumlah negara rumpun Indo-Jerman seperti Mother (Inggris), Mutter (Jerman) dan Madre (Spanyol). Dari situlah, peneliti mencari akar dari penggunaan kata itu. Hingga akhirnya menemukan asal-usul kata tersebut berasal dari Anatolia, Turki.