Jumat, 09 Mei 2014

RIP : Leony Alvionita

Melalui blog ini saya ikut berduka cita atas kepergian Leony Alvionita. Seorang pelajar siswi SMP Tabanan - Bali. Kematian siswi berusia 14 tahun ini cukup mengejutkan dunia pendidikan nasional karena siswi belia ini memilih untuk bunuh diri karena diduga stres akibat sulitnya mengerjakan soal Ujian Nasional Matematika. Leony memilih untuk pergi selamanya daripada melanjutkan perjuangannya pada ujian nasional hari berikutnya.


Saya prihatin, karena sebenarnya sebuah proses belajar, apalagi pada masa remaja, adalah sebuah proses yang seharusnya menyenangkan dan menumbuhkan, bukan menghancurkan. Dan sebuah ujian sebenarnya adalah puncak pesta dan kegembiraan belajar, bukan sebuah hari penghakiman atas sebuah nilai manusia / pelajar yang mengalaminya.

Apakah Leony seorang pelajar di bawah rata-rata ? Ternyata tidak, Leony adalah seorang siswi dengan kemampuan akademik yang cukup menonjol. Dan selama ini Leony telah belajar dan mengikuti bimbingan belajar untuk menghadapi ujiannya. Dengan kata lain, Leony bukanlah pelajar yang tidak siap menghadapi ujian, Leony siap. Tetapi mengapa kenyataan di ujian membuat Leony memilih opsi bunuh diri daripada menghadapinya ?

Memang....dan betulll....hanya ada SATU ORANG yang bunuh diri dari sekian banyak pelajar SMP yang mengikuti ujian nasional. Tetapi SATU ORANG tersebut yaitu Leony seharusnya sudah cukup untuk membuat otoritas pendidikan di Indonesia berpikir dengan serius tentang kebijakan dalam ujian nasional.

Hidup memang keras, kadang pendidik berpikir bahwa karena hidup keras, maka pelajar harus diperhadapkan pada sesuatu yang keras juga untuk menghadapinya. Tetapi kita lupa bahwa tingkat kekuatan seseorang tidaklah sama. Dunia belajar, secara organisasi adalah kegiatan massal, tetapi hakekat dari belajar itu sendiri sebenarnya adalah sangat personal. Penyamarataan asumsi pada dunia pendidikan akan menghambat proses pendidikan itu sendiri.

Dunia pendidikan harus mulai berbenah, mengubah paradigma bahwa mendidik adalah sama dengan memberikan beban. Dunia pendidikan adalah tempat di mana seorang pelajar seharusnya diajarkan untuk bisa beradaptasi dan pandai mengelola emosi dalam situasi apapun.

Sanksi sosial karena kegagalan, begitu menghantui siswa selama ini, sekolah bukan tempat yang toleran untuk berlatih menghadapi kegagalan. Ketakutan semacam ini, apalagi dengan perubahan-perubahan yang tiba-tiba dan tidak smooth, mengakibatkan ketakutan tersebut menjadi sebuah stres, yang mengakibatkan seseorang kehilangan rasionalitasnya, dan memilih untuk lari dari tantangannya. Dan bunuh diri adalah ekses dari proses ini, ketika stres menguasai,dan akses ke kemampuan berpikir dihilangkan.

Di dunia bela diri ada semacam matras, yang memungkinkan siswa bela diri bisa belajar terjatuh tanpa terluka, dan memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya dengan bebas. Seharusnya sekolah mempunyai "matras" semacam ini. Siswa diajarkan bahwa dalam kehidupan ada sebuah cerita sukses dan cerita gagal. Dan sebuah sekolah adalah tempat yang aman untuk berlatih sukses dan gagal. Sekolah adalah tempat seseorang diterima dengan baik, apapun yang sedang mereka alami, alih-alih dihakimi. Jika seseorang sudah terlatih dengan baik dalam proses berhasil dan gagal di sebuah sekolah, maka di dunia nyata pun mereka akan tetap berperilaku sama, mereka akan menjadi orang-orang yang kuat dan tegar dalam keberhasilan atau kegagalan. Dan generasi seperti ini akan menjadi generasi yang menumbuhkan, karena mereka pun nantinya tidak akan menjadi hakim atas orang lain, baik dalam lingkungan kerja atau masyarakat. Mereka akan terbiasa untuk membangun dan bangun dari dua proses yaitu berhasil dan gagal secara harmonis.

Semoga paradigma pendidikan kita dan dunia sekolah akan mampu menghasilkan sebuah sistem yang baik untuk sebuah pendidikan. Dan tetap dimungkinkan bahwa seorang anak remaja berusia 14 tahun tetap bisa hidup dengan wajar, walaupun tidak bisa mengerjakan soal ujian nasional yang kebetulan sulit.

Selamat jalan Leony.

Kamis, 01 Mei 2014

Mengatasi Stres pada proses belajar

Pada proses belajar apa saja termasuk pada proses belajar bahasa Inggris, kita sering mendengar istilah stres sebagai pengungkapan rasa galau yang dialami seseorang. Apakah sebenarnya stres itu dan bagaimana mengatasinya ?


Stres adalah istilah yang banyak digunakan di jaman modern, terutama di permulaan abad 20. Stres seperti menjadi bagian masalah sehari-hari manusia jaman sekarang. Sedangkan fakta menunjukkan bahwa di generasi masa lalu, istilah yang sering digunakan adalah "takut" bukan stres. Apakah ada bedanya ?

Pertama-tama kita akan mempelajari apakah penyebab stres yang sebenarnya ? Untuk itu kita perlu mengenal struktur otak kita.

Otak kita terdiri dari 3 bagian besar yaitu :
  1. Pada otak bagian bawah terdapat batang otak, dan sering disebut dengan otak reptil. Otak bagian inilah yang membangunkan BBIM Friends di pagi hari, menyuruh untuk tidur di malam hari, dan mengingatkan jantung untuk terus berdenyut.
  2. Pada bagian atas dari pangkal otak terdapat otak tengah, sering juga disebut dengan otak mamalia. Bagian ini berfungsi mengatur temperatur internal tubuh, mengakomodasi emosi, dan membangun respon untuk menyerang atau bertahan ketika ada sebuah bahaya.
  3. Bagian otak yang ke-3 adalah Cortex. Cortex memungkinkan manusia untuk menciptakan peradaban, seni, sains, dan musik. Semua berada di sana. Di sini terdapat bagian yang rasional dan intutif, termasuk tempat kita mendapatkan semua inspirasi dan solusi-solusi untuk kehidupan.
Nah, kira-kira di bagian mana sebuah stres terjadi ?

Ternyata dari penelitian ditemukan bahwa stres dimulai dari otak bagian tengah, karena di situ terdapat bagian yang disebut dengan amygdala. Amygdala berfungsi untuk mengontrol respon menyerang atau bertahan. Ini sebuah mekanisme alarm yang juga dimiliki oleh makhluk hidup yang lainnya.

Mekanisme ini didesain untuk melakukan tindakan ketika dihadapkan pada bahaya tiba-tiba. Ketika bagian ini bekerja, maka bagian lain seperti cortex yang mengatur pemikiran rasional atau kreatif akan berhenti berfungsi. Mungkin BBIM Friends pernah secara tiba-tiba mengalami sebuah ancaman mendadak, maka pada saat itu tentunya BBIM Friends tidak akan sempat memikirkan hal-hal yang rasional atau bersifat solusi. Tidak lagi memikirkan penampilan, reputasi atau cita-cita. Pokoknya selamatkan diri dulu deh. Benar kan ?  Coba liat pada situasi ketika ada gempa bumi mendadak, kebakaran atau apapun ancaman yang mengejutkan. Mungkin seseorang yang tadinya bertindak tenang, berjalan dengan anggun, image selalu sempurna akan bertindak seperti orang liar, lari cepat, berteriak-teriak, bahkan bisa melompat seperti harimau. Atau pada sebuah team, ketika terjadi masalah pada sebuah proyek dan berbahaya, apa yang terjadi ? Team tersebut akan cerai berai menyelamatkan dirinya masing-masing.  Nah, ini semua dikerjakan oleh sistem pada amygdala. Lalu apa hubungannya dengan stres ?

Pada jaman ketika manusia belum seperti sekarang, ketika manusia hidup mengembara di hutan atau padang, fungsi ini sangat penting untuk melindungi kehidupan manusia itu. Mereka harus bisa bergerak dengan cepat untuk menghindari bahaya. Nah, pada masa itu rasa yang timbul bukan disebut stres, melainkan rasa takut. Rasa takut inilah yang mengaktifkan amygdala untuk berfungsi.

Nah setelah ratusan atau ribuan tahun manusia berkembang, ternyata fungsi ini tetap bertahan. Kini ancaman utama bukan lagi bintang buas, atau iklim yang ekstrim. Hal yang membuat respon pada sistem amygdala berfungsi pada jaman kita (jaman peradaban modern) adalah Tantangan dan Perubahan. 

Benar, jika dulu amygdala membunyikan alarm ketika muncul sebuah bahaya, maka justru sekarang alarm itu berbunyi ketika manusia diperhadapkan pada sebuah perubahan atau tantangan. Tantangan pada jaman sekarang bisa berarti sebuah pertemuan dengan lingkungan baru, orang baru, sistem baru, atau target baru. Ketika tantangan dianggap terlalu besar, maka amygdala akan berfungsi dan bereaksi, akibatnya akses kita ke cortex yang mampu menghasilkan sebuah solusi atau nalar dan fungsi pemikiran akan terhenti. Kita tidak lagi berpikir bagaimana memecahkan masalah, atau memikirkan bagaimana caranya, kita akan bertindak seperti suasana ratusan tahun yang lalu yaitu menyerang (menolak), bertahan (tidak mau berubah), atau meninggalkan sebuah tantangan atau perubahan. Di sinilah rasa takut mendominasi, dan manusia jaman sekarang menyebut rasa takut itu sebuah stres.

Pernahkah BBIM Friends mengalami suasana besok akan ujian, dan hari itu belum siap sama sekali. Apa yang terjadi ? BBIM Friends tentunya merasa kuatir, takut dsb dan kemudian merasa stres. Karena terjadi stres, maka BBIM friends alih-alih memilih untuk belajar, malah sibuk menghilangkan stres dengan jalan-jalan atau nonton. Dan ketika pulang dari nonton, stres lagi, berusaha belajar tidak bisa, karena Cortex sudah tertutup oleh amygdala, akhirnya kita akan memilih untuk menyerah dan tidur, biarlah apa yang akan terjadi terjadilah, toh masih ada kesempatan mengulang tahun depan hhahahaha. Sebenarnya proses berserah kalau dilakukan di awal stres, justru akan membantu supaya amygdala tidak aktif dan justru cortex atau fungsi pemikiran yang akan aktif. 

Kesimpulannya stres pada jaman sekarang timbul karena adanya tantangan atau perubahan yang kita anggap itu terlalu besar untuk dihadapi. Ketika stres terjadi maka fungsi berpikir atau akses ke cortex akan berhenti. Dan ini yang membuat kita suka menolak sebuah perubahan daripada memikirkannya. Lalu bagaimana solusinya ?

Karena sumber stres adalah tantangan atau perubahan yang dianggap terlalu besar. Maka yang bisa kita lakukan adalah membuat tantangan tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga otak kita tidak akan melihat tantangan atau perubahan tersebut sebagai sebuah ancaman. 

Misal, BBIM Friends harus merangkum sebuah buku dengan tebal 1000 halaman dalam waktu 3 hari. Ketika BBIM Friends melihatnya secara keseluruhan, dan kebetulan 1000 halaman dan 3 hari adalah hal yang tidak biasa bagi BBIM Friends, maka pada saat itu yang muncul adalah rasa takut dan stres. Dan daripada stres, lebih baik ditinggal saja :) sampai pada hari mau dikumpulkan, tidak ada yang dikerjakan, dan makin stres.

Nah, pada situasi seperti itu BBIM Friends bisa melakukan sebuah tindakan yaitu mengecilkan sebuah tantangan. Misalnya dengan memberikan pertanyaan ke otak seperti : "Bagaimana cara saya menyelesaikan 10 halaman dengan waktu 10 menit ?" Nah ketika otak melihatnya bukan lagi sebagai ancaman, maka penghalang berpikir yaitu amygdala akan berhenti dan tidak berfungsi, dan akses ke pusat berpikir atau cortex akan mudah dilalui. 

Jadi sebagai ringkasan, BBIM Friends bisa melakukan hal ini ketika tiba-tiba terserang rasa takut dan stres akan adanya sebuah tantangan :
  • Menenangkan diri sejenak agar dapat melihat tantangan tersebut dengan jelas.
  • Membuat pertanyaan atau pemikiran kecil seperti : Bagaimana saya bisa menghafal 1 kosa kata baru setiap 3 hari ? Bagaimana saya bisa mengurangi 2 sendok makan untuk mengurangi berat badan setiap kali saya makan ? dsb. Cobalah membuat pemikiran yang tidak membebani tetapi bisa membuat BBIM Friends melangkah menuju penyelesaian sebuah tantangan.
Orang sukses adalah orang yang bisa melihat rasa takut dengan tertata. Ini bedanya takut dan stres. Rasa takut akan tetap ada dalam setiap tantangan. Dan sejarah membuktikan bahwa orang-orang besar di dunia adalah orang-orang yang mempunyai rasa takut, tapi bisa menatanya, dan tidak menyerah kepada istilah seperti kecemasan, stres, atau nervous. 

Sally Ride seorang asronaut mengatakan :

"Semua petualangan, khususnya ke wilayah yang baru, selalu menimbulkan kehawatiran dan rasa takut".

lt;br />



Sabtu, 19 April 2014

Pelajaran 111 : Penggunaan Like sebagai interjection (kata seru)

Dalam percakapan sehari-hari Like juga digunakan sebagai interjection atau kata seru. Apakah itu interjection ?

Interjection adalah kata yang ditambahkan ke dalam sebuah kalimat untuk menyampaikan sebuah emosi atau ungkapan untuk mengekspresikan kekagetan, rasa senang, semangat, atau  kegairahan. Contohnya seperti berikut ini :

  • Good !, now we can take a rest.
  • Oh...that is a surprise.
  • Well...it is 4 am better go to the market first and buy some stuff.
Beberapa contoh interjection yang sering digunakan dalam bahasa Inggris : 
  • Hey !-Jeepers-Indeed-Phew!-Humph!-Mmmmm-Ah!
Like juga dapat berfungsi seperti pada contoh di atas. Dan kegunaannya adalah sebagai berikut :
  • Untuk mengawali sebuah kalimat ketika berbicara.
  • Untuk mengisi kekosongan (pause) ketika sedang berbicara karena terhenti untuk berpikir sejenak. Dalam istilah bahasa Indonesia biasaya kita menggunakan "mmmmm" atau "anu" untuk mengisi jedah berpikir ini.
  • Untuk mengekspresikan keragu-raguan.
  • Penggunaan like sebagai interjection tidak perlu diterjemahkan.
Contoh kalimat :
  • He is...like...a famous person. Do you know him ?
  • Like...mmmm some cubic....bigger than a chocolate box....I can't fixed it.
  • Like...why didn't u call grandmother before u go there ? it might be she is not at home now.
lt;br />
ogle_page_url="http://belajarbahasainggrismandiri.blogspot.com" style="display: inline-block; height: 280px; width: 336px;">

Kamis, 17 April 2014

Latihan Kosa Kata dan percakapan bahasa Inggris mengenai kegiatan di pantai

Berikut ini beberapa latihan untuk memperkuat perbendaharaan kata BBIM Friends. Urutan soal dari nomor 1-10 merupakan sebuah urutan percakapan antara Olga dan Wanda mengenai kegiatan mereka di pantai. Isi titik-titik dengan jawaban yang menurut BBIM Friends adalah jawaban yang benar. Jika diperlukan BBIM Friends bisa memberikan jawabannya di kolom komentar. Selamat berlatih.

1. Hi, Olga. I was wondering if you'd like to go to the beach with me today. It's supposed to be hot and ......... all day long.

(a) foggy
(b) cloudy
(c) windy
(d) sunny


2. Sure! I would love to, Wanda. Do you want me to bring my beach ......... in case we want to sit in some shade if it gets too hot?

(a) towel
(b) ball
(c) umbrella
(d) hat


3. That sounds like a good idea, Olga. Do you have any ......... lotion? I don't want to get a sunburn while we're out there and I don't think I have any at the moment.

(a) sunburn
(b) sunny
(c) sun tea
(d) sun screen


4. Yes, I do have some, Wanda. I'll bring it with me. Are you bringing your ......... with you? I heard the waves will be perfect today and I would love to try my new one out.

(a) snowboard
(b) skates
(c) surfboard
(d) football


5. Actually, I'm not going to bring mine with me. I hurt my ankle playing ......... at the beach last weekend so I'm going to let it completely heal before I go surfing again.

(a) hockey
(b) volleyball
(c) ping pong
(d) poker


6. Well, if your ankle is still bothering you, why don't I bring some beach ......... and we'll lay out and get a suntan today?

(a) sand
(b) paper
(c) sandals
(d) towels


7. Sounds great, Olga! Do you know if it's supposed to be windy today? If it's not, I'll pack us a picnic lunch. I hate it when a bunch of ......... gets blown all over my food.
(a) rock
(b) sand
(c) grass
(d) sun


8. Are you going to wear your new ......... suit, Wanda? I also got a new one last week and I'm looking forward to wearing it.

(a) diving
(b) three-piece
(c) jump
(d) bathing


9. Yes, I am. Do you still have that ......... ball? It might be fun to hit around while we are swimming in the water.

(a) golf
(b) basket
(c) beach
(d) ping pong


10. Sure, I'll bring that too. Also, don't forget your .......... I forgot mine last time I went to the beach and was squinting for so long that I got a headache afterwards. I'll pick you up at 10 o'clock.

(a) sunglasses
(b) welding glasses
(c) bifocals
(d) goggles

lt;br />
ogle_page_url="http://belajarbahasainggrismandiri.blogspot.com" style="display: inline-block; height: 280px; width: 336px;">

Rabu, 16 April 2014

Pelajaran 110 : Penggunaan Like sebagai kata benda (Noun)

Setelah mempelajari berbagai penggunaan kata LIKE pada pelajaran-pelajaran sebelumnya, kini kita akan bahas mengenani penggunaan LIKE sebagai kata benda (Noun).

Mungkin BBIM Friends sering mengalami kebingungan mengartikan kata LIKE pada beberapa kalimat, karena memang ada beberapa penggunaan yang berbeda. Dasarnya tetap sama yaitu secara umum LIKE berarti suka / seperti, tetapi dengan penggabungan dengan fungsi kata yang lain atau konten yang berbeda, maka Like harus diartikan dengan makna yang berbeda.

Pada penggunaan Like sebagai kata benda (noun) terdapat aturan sebagai berikut :

1. Jika like didahului oleh "possesive adjective" (my, your, his, her, their) maka LIKE memiliki arti sebagai KESUKAAN.

Contoh :
  • Read ranks first among the list of my like.
  • Your dislike affect your opinion about that man.
2. Jika like didahului oleh THE maka LIKE memiliki arti sebagai SEJENISNYA.

Contoh :
  • The factory produces cookies, bread, snack, candy and the like.
  • For your health U must consume carrot, banana, apple, mangoes, and the like regularly.
lt;br />
ogle_page_url="http://belajarbahasainggrismandiri.blogspot.com" style="display: inline-block; height: 280px; width: 336px;">